SOSIALEKONOMINEWSPEMERINTAHAN

Bantuan Bencana Alam di Jambe, Diduga Jadi Asas Manfaat Oknum Tertentu

0
×

Bantuan Bencana Alam di Jambe, Diduga Jadi Asas Manfaat Oknum Tertentu

Sebarkan artikel ini
IMG 20250829 144529
Oplus_131072

Suarageram.idDistribusi bantuan sosial bagi korban bencana alam angin puting beliung yang terjadi di Desa Taban Kecamatan Jambe Kabupaten Tangerang beberapa waktu lalu menuai kritikan dari warga masyarakat setempat.

Pasalnya, penyaluran bantuan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang itu, diduga menjadi asas manfaat bagi oknum tertentu.

Menurut keterangan warga setempat Ahmad menyebut, ada beberapa warga korban bencana alam justru tidak menerima bantuan, padahal jelas terdata dan menjadi korban.

Hal itu dinilai ada yang menyalahgunakan bantuan tersebut menjadi asas manfaat bagi oknum tertentu.

Oleh karena demikian, Ahmad meminta klarifikasi pihak Pemerintah, baik Pemerintah setempat dan Daerah khususnya dari Dinas Sosial Kabupaten Tangerang maupun dari BPBD kabupaten Tangerang secara terbuka soal data penerima bantuan bencana alam tersebut.

“Hal ini penting untuk dilakukan agar tidak menjadi polemik dimasyarakat dan juga tidak menimbulkan asumsi buruk untuk pemerintah baik pemerintah setempat maupun pemerintah daerah jika tidak, maka akan menjadi azas manfaat bagi oknum-oknum tertentu dalam sebuah tragedi bencana ini,” ungkap Ahmad, Jumat (29/8/2025).

Tegas dia, jika tidak di respon dengan baik dari pemerintah maka tokoh Masyarakat di Taban ini meminta pihak aparat penegak hukum untuk mengambil langkah dan tindakan perihal dugaan kebohongan data bencana alam ini

“Apakah ada yang memanfaatkan situasi dan kondisi untuk keuntungan dan kepentingan pribadi atau memang sengaja dilakukan. Tentu ini menjadi ranah pihak penegak hukum untuk memanggil dan memeriksa semua pihak untuk dimintai keterangan agar kejahatan kemanusiaan dalam sebuah bencana ini tidak terjadi,” ucapnya.

Menurutnya, kejahatan kemanusiaan dalam sebuah bencana alam merupakan perbuatan yang sangat Dzalim dan bukan lagi disebut manusia sebab hal ini hanya bisa dilakukan oleh manusia yang tidak punya hati nurani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *